Langsung ke konten utama

Apa Itu Wallet?



Apa Itu Wallet? Pengertian, Jenis, Cara Kerja, dan Cara Menjaganya Tetap Aman


📚 NAD WEB3 EDUCATION#5


Ketika mulai mengenal cryptocurrency dan Web3, salah satu istilah yang hampir pasti akan ditemui adalah wallet atau crypto wallet.


Wallet sering diterjemahkan sebagai dompet digital. Namun, wallet cryptocurrency sebenarnya berbeda dari dompet biasa.


Jika dompet biasa digunakan untuk menyimpan uang fisik, crypto wallet digunakan untuk mengelola akses terhadap aset digital melalui kunci kriptografi.


Wallet memungkinkan pengguna untuk menerima aset crypto, mengirim aset, memeriksa saldo, menandatangani transaksi, serta berinteraksi dengan berbagai aplikasi Web3.


Yang paling penting untuk dipahami:


«Aset cryptocurrency sebenarnya tidak disimpan di dalam wallet seperti uang disimpan di dalam dompet. Aset tercatat di blockchain, sedangkan wallet membantu pengguna mengendalikan akses terhadap aset tersebut melalui private key atau recovery phrase.»


Konsep ini merupakan salah satu dasar penting sebelum seseorang mulai menggunakan cryptocurrency dan aplikasi Web3.


---

1. Apa Itu Wallet Cryptocurrency?



Crypto wallet adalah perangkat lunak, perangkat keras, atau sistem yang memungkinkan pengguna mengelola kunci kriptografi untuk berinteraksi dengan aset digital di blockchain.


Wallet dapat digunakan untuk:


- Menerima cryptocurrency

- Mengirim cryptocurrency

- Melihat saldo aset

- Mengelola token

- Menandatangani transaksi

- Terhubung dengan aplikasi Web3

- Mengakses layanan DeFi

- Menggunakan berbagai aplikasi blockchain


Blockchain sendiri mencatat transaksi dan kepemilikan aset. Wallet memberikan pengguna alat untuk membuktikan bahwa mereka memiliki hak untuk melakukan transaksi dari alamat tertentu.


Karena itu, wallet bukan sekadar aplikasi untuk "menyimpan crypto".


Wallet adalah bagian penting dari sistem yang memungkinkan pengguna mengendalikan akses terhadap aset digital mereka sendiri.


---

2. Apakah Cryptocurrency Benar-Benar Disimpan di Wallet?


Ini adalah salah satu kesalahpahaman paling umum bagi pemula.


Ketika seseorang mengatakan:


«"Bitcoin saya disimpan di wallet."»


Secara teknis, pernyataan tersebut kurang tepat.


Bitcoin dan aset crypto lainnya tercatat pada blockchain.


Wallet menyimpan atau mengelola informasi kriptografi yang diperlukan untuk mengakses dan mengendalikan aset tersebut.


Sebagai gambaran sederhana:


Blockchain = buku besar


Wallet = alat untuk mengakses dan mengelola hak atas aset


Private Key = kunci rahasia


Public Address = alamat untuk menerima aset


Dengan konsep tersebut, kehilangan perangkat wallet tidak selalu berarti kehilangan aset.


Jika wallet menggunakan sistem recovery phrase dan frase tersebut masih aman, wallet dapat dipulihkan pada perangkat yang kompatibel.


Namun, jika recovery phrase atau private key hilang dan tidak ada mekanisme pemulihan lain, akses terhadap aset dapat hilang secara permanen.


---


3. Bagaimana Wallet Bekerja?



Untuk memahami wallet, kita perlu mengenal beberapa istilah penting:


Public Address


Public address adalah alamat yang dapat diberikan kepada orang lain agar mereka dapat mengirim aset crypto kepada kita.


Contohnya secara konsep:


Fahmi → mengirim token → Address penerima


Public address dapat dibagikan karena memang digunakan untuk menerima aset.


Namun, pengguna harus selalu memastikan bahwa alamat yang digunakan sesuai dengan jaringan dan aset yang dikirim.


---


Private Key


Private key adalah informasi kriptografi rahasia yang digunakan untuk mengotorisasi atau menandatangani transaksi.


Private key sangat penting karena siapa pun yang memperoleh akses terhadap private key dapat memperoleh kendali atas aset yang terkait dengannya.


Karena itu:


Private key tidak boleh dibagikan kepada orang lain.


Ethereum.org juga menjelaskan bahwa private key digunakan untuk menandatangani transaksi dan memberikan kendali atas aset yang terkait dengan akun tersebut.


---


4. Apa Itu Seed Phrase atau Recovery Phrase?



Saat membuat wallet baru, pengguna biasanya akan mendapatkan sekumpulan kata yang disebut:


- Seed phrase

- Recovery phrase

- Secret recovery phrase

- Mnemonic phrase


Frase ini dapat terdiri dari sejumlah kata yang digunakan sebagai dasar untuk memulihkan wallet.


Dalam banyak wallet modern, recovery phrase menjadi cara utama untuk melakukan backup dan recovery.


Standar seperti BIP-39 mendefinisikan metode penggunaan sekumpulan kata mnemonic untuk menghasilkan seed yang kemudian dapat digunakan untuk membangun wallet deterministik.


Mengapa Seed Phrase Sangat Penting?


Bayangkan seed phrase sebagai kunci utama dari wallet.


Jika seseorang mendapatkan seed phrase milik kita, mereka dapat berpotensi memulihkan wallet tersebut pada perangkat lain.


Sebaliknya, jika seed phrase hilang, akses terhadap wallet self-custody dapat menjadi tidak dapat dipulihkan.


Karena itu, seed phrase harus diperlakukan sebagai informasi yang sangat rahasia.


Jangan pernah memberikan seed phrase kepada siapa pun.


Bahkan pihak yang mengaku sebagai customer support wallet tidak seharusnya meminta seed phrase.


Ethereum.org secara khusus memperingatkan pengguna untuk tidak pernah membagikan recovery phrase atau private key.


---


5. Perbedaan Public Address, Private Key, dan Seed Phrase



Ketiganya sering membingungkan pemula.


Istilah| Fungsi| Boleh Dibagikan?

Public Address| Menerima aset| Ya

Private Key| Mengontrol/mengotorisasi transaksi| Tidak

Seed/Recovery Phrase| Memulihkan wallet| Tidak


Cara sederhana mengingatnya:


Public Address = alamat rumah


Private Key = kunci rumah


Seed Phrase = cadangan kunci utama


Analogi tersebut tidak sempurna secara teknis, tetapi cukup membantu pemula memahami konsep dasarnya.


---


6. Jenis-Jenis Crypto Wallet



Secara umum, wallet dapat dibagi menjadi beberapa kategori.


A. Software Wallet


Software wallet adalah wallet berbentuk aplikasi atau perangkat lunak.


Wallet jenis ini dapat tersedia dalam bentuk:


- Aplikasi smartphone

- Aplikasi desktop

- Browser extension

- Web wallet


Software wallet populer karena relatif mudah digunakan dan cepat untuk mengakses blockchain.


Namun, karena perangkat yang digunakan dapat terhubung ke internet, pengguna harus berhati-hati terhadap malware, phishing, aplikasi palsu, dan situs berbahaya.


---


7. Hot Wallet



Hot wallet adalah wallet yang aktif atau terhubung dengan lingkungan online.


Keunggulan:


- Mudah digunakan

- Cepat melakukan transaksi

- Cocok untuk aktivitas Web3

- Praktis untuk penggunaan sehari-hari


Kekurangan:


- Lebih banyak berinteraksi dengan internet

- Lebih rentan terhadap phishing dan malware

- Pengguna harus lebih berhati-hati ketika menghubungkan wallet ke aplikasi Web3


Hot wallet sering digunakan untuk aktivitas yang membutuhkan akses cepat.


---


8. Cold Wallet



Cold wallet merupakan pendekatan penyimpanan kunci yang menjaga kunci privat lebih jauh dari lingkungan online.


Salah satu bentuk yang dikenal adalah hardware wallet.


Tujuan utamanya adalah mengurangi paparan private key terhadap ancaman online.


Cold storage dapat berguna untuk aset yang ingin disimpan dalam jangka panjang, tetapi tetap memiliki risiko tersendiri, terutama terkait backup, kehilangan perangkat, kesalahan pengguna, dan keamanan recovery phrase.


---


9. Hardware Wallet


Hardware wallet adalah perangkat fisik yang dirancang untuk mengelola private key dan menandatangani transaksi.


Salah satu karakteristik penting hardware wallet adalah proses signing dapat dilakukan pada perangkat tersebut sehingga informasi rahasia tidak perlu diberikan kepada komputer atau perangkat yang digunakan untuk berinteraksi dengan blockchain.


Kelebihan:


- Private key dapat lebih terlindungi dari komputer yang terinfeksi

- Cocok untuk penyimpanan jangka panjang

- Memiliki lapisan keamanan tambahan


Kekurangan:


- Perangkat harus dijaga

- Tetap membutuhkan backup

- Recovery phrase tetap sangat penting

- Pengguna masih dapat tertipu oleh phishing atau transaksi berbahaya


Jadi, hardware wallet bukan berarti pengguna otomatis 100% aman.


Keamanan tetap bergantung pada cara pengguna menggunakannya.


---


10. Custodial Wallet dan Non-Custodial Wallet



Selain berdasarkan perangkat, wallet juga dapat dibedakan berdasarkan siapa yang mengendalikan private key.


Custodial Wallet


Dalam sistem custodial, pihak ketiga menyimpan dan mengelola private key atas nama pengguna.


Contohnya dapat berupa akun pada platform layanan cryptocurrency.


Pengguna biasanya cukup menggunakan:


- Email

- Password

- PIN

- Authentication


untuk mengakses akun.


Kelebihannya adalah lebih mudah digunakan oleh pemula.


Namun, pengguna tidak memegang kendali penuh atas private key secara langsung.


---


Non-Custodial Wallet


Dalam non-custodial wallet, pengguna sendiri yang bertanggung jawab atas private key atau recovery phrase.


Konsep sederhananya:


Your keys, your responsibility.


Artinya, pengguna memiliki kontrol lebih besar terhadap aset, tetapi juga memiliki tanggung jawab lebih besar.


Jika recovery phrase hilang, pihak ketiga biasanya tidak dapat melakukan reset seperti password akun biasa.


Ethereum.org menjelaskan bahwa pada self-custody wallet, kehilangan seed phrase atau private key dapat menyebabkan dana tidak dapat dipulihkan.


---


11. Apa Fungsi Wallet dalam Web3?



Wallet menjadi semakin penting ketika kita memasuki dunia Web3.


Dalam Web2, pengguna biasanya membuat akun menggunakan:


Email + Password


Dalam banyak aplikasi Web3, wallet dapat berfungsi sebagai identitas digital sekaligus alat untuk menandatangani tindakan pada blockchain.


Contohnya:


Connect Wallet → Sign Message → Berinteraksi dengan dApp


Saat pengguna menghubungkan wallet ke aplikasi Web3, aplikasi tersebut dapat mengetahui alamat publik wallet.


Untuk tindakan tertentu, wallet kemudian dapat meminta pengguna memberikan persetujuan atau menandatangani pesan/transaksi.


Ethereum.org menjelaskan bahwa autentikasi berbasis wallet dapat bekerja dengan aplikasi yang meminta pengguna menghubungkan wallet, membagikan alamat publik, kemudian menandatangani pesan dengan private key.


---


12. Wallet dan dApp



dApp adalah singkatan dari decentralized application.


dApp merupakan aplikasi yang menggunakan teknologi blockchain dan smart contract untuk menjalankan fungsi tertentu.


Wallet dapat digunakan untuk terhubung dengan dApp.


Contoh alurnya:


Pengguna


↓


Wallet


↓


Connect


↓


dApp


↓


Smart Contract


↓


Blockchain


Wallet menjadi jembatan antara pengguna dan berbagai aplikasi dalam ekosistem Web3.


---


13. Wallet dan Smart Contract



Smart contract adalah program yang berjalan pada blockchain.


Ketika pengguna berinteraksi dengan smart contract, wallet dapat meminta pengguna untuk menyetujui atau menandatangani transaksi.


Contohnya:


Pengguna ingin melakukan suatu tindakan pada aplikasi Web3.


1. Pengguna membuka dApp.

2. Pengguna menghubungkan wallet.

3. Pengguna memilih tindakan.

4. dApp membuat permintaan transaksi.

5. Wallet menampilkan permintaan.

6. Pengguna memeriksa transaksi.

7. Pengguna memberikan persetujuan.

8. Transaksi dikirim ke jaringan.

9. Blockchain memproses transaksi.


Karena itu, pengguna harus memahami apa yang sedang mereka setujui sebelum menandatangani transaksi.


---


14. Apakah Wallet Hanya untuk Cryptocurrency?



Tidak.


Dalam ekosistem Web3, wallet juga dapat berhubungan dengan berbagai jenis aset dan aktivitas blockchain.


Contohnya:


- Cryptocurrency

- Token

- NFT

- Identitas berbasis blockchain

- dApp

- DeFi

- DAO

- Game berbasis blockchain


Namun, dukungan setiap wallet berbeda-beda.


Satu wallet mungkin mendukung jaringan tertentu tetapi tidak mendukung jaringan lainnya.


Karena itu, pengguna harus selalu memastikan kompatibilitas blockchain sebelum melakukan transaksi.


---


15. Mengapa Salah Jaringan Bisa Berbahaya?



Blockchain memiliki jaringan yang berbeda-beda.


Misalnya terdapat:


- Bitcoin

- Ethereum

- Solana

- BNB Chain

- Polygon

- dan berbagai jaringan lainnya.


Token yang memiliki nama serupa bahkan dapat tersedia pada jaringan yang berbeda.


Karena itu, sebelum mengirim aset, pengguna perlu memastikan:


Alamat penerima benar


Jaringan benar


Aset benar


Jumlah benar


Kesalahan transaksi blockchain dapat sulit atau bahkan tidak mungkin dibatalkan.


---


16. Wallet Tidak Sama dengan Exchange



Ini juga penting dipahami.


Exchange adalah platform yang menyediakan layanan jual beli atau perdagangan aset crypto.


Wallet adalah alat untuk mengelola akses terhadap aset melalui alamat dan kunci kriptografi.


Keduanya dapat saling berhubungan, tetapi konsepnya berbeda.


Contoh sederhana:


Exchange = tempat melakukan transaksi/perdagangan


Wallet = alat untuk mengendalikan dan berinteraksi dengan aset blockchain


Dalam model custodial, exchange dapat memegang kendali atas private key untuk aset yang berada dalam sistem mereka.


Dalam model self-custody, pengguna sendiri yang memegang kendali atas kunci.


---


17. Apa Risiko Menggunakan Wallet?



Wallet memberikan banyak manfaat, tetapi juga memiliki risiko.


1. Phishing


Penipu dapat membuat situs yang terlihat seperti wallet atau aplikasi Web3 asli.


Tujuannya adalah membuat pengguna memasukkan informasi rahasia atau menyetujui transaksi berbahaya.


Karena itu, pengguna harus berhati-hati ketika membuka tautan dan selalu memeriksa alamat situs.


Ethereum.org memperingatkan bahwa situs phishing dapat meniru wallet atau exchange untuk mencuri kredensial pengguna.


---


2. Seed Phrase Dicuri


Jika recovery phrase jatuh ke tangan orang lain, wallet dapat berisiko diambil alih.


Jangan pernah memasukkan seed phrase ke situs yang tidak benar-benar terpercaya.


Jangan mengirimkannya melalui:


- Chat

- Email

- Media sosial

- Formulir online

- Screenshot

- Cloud storage yang tidak aman


---


3. Aplikasi Wallet Palsu


Penipu dapat membuat aplikasi yang menyerupai wallet asli.


Karena itu, pengguna perlu memeriksa sumber aplikasi dan informasi pengembang sebelum memasangnya.


---


4. Transaksi Berbahaya


Bahkan jika seed phrase tetap aman, pengguna dapat kehilangan aset jika memberikan persetujuan terhadap transaksi yang berbahaya atau salah memahami apa yang ditandatangani.


Karena itu:


Jangan asal klik "Confirm" atau "Sign".


Selalu pahami transaksi sebelum menyetujuinya.


---


5. Kehilangan Recovery Phrase


Jika pengguna menggunakan self-custody wallet dan kehilangan recovery phrase tanpa backup yang aman, akses terhadap aset dapat hilang.


Ini berbeda dari akun biasa yang dapat menggunakan fitur:


Forgot Password


Pada self-custody wallet, tidak selalu ada pihak ketiga yang dapat melakukan reset password untuk pengguna.


---


18. Cara Menjaga Wallet Tetap Aman


Keamanan wallet sebenarnya dimulai dari kebiasaan pengguna.


Jangan pernah membagikan Seed Phrase


Ini adalah aturan paling penting.


Tidak ada alasan normal bagi orang lain untuk meminta recovery phrase.


Jika seseorang meminta seed phrase dengan alasan:


- Verifikasi

- Aktivasi

- Hadiah

- Airdrop

- Support

- Pemulihan akun


berhati-hatilah.


---


Jangan Screenshot Seed Phrase


Screenshot dapat tersimpan dalam galeri, backup otomatis, atau layanan cloud.


Untuk recovery phrase, gunakan metode backup offline yang aman dan tahan lama.


Ethereum.org juga menyarankan agar recovery phrase tidak disimpan di komputer dan ditulis serta disimpan di tempat aman.


---


Jangan Klik Tautan Sembarangan


Phishing adalah salah satu ancaman besar dalam Web3.


Jangan menghubungkan wallet ke situs yang tidak jelas.


---


Periksa Transaksi Sebelum Sign


Sebelum menekan tombol:


Confirm


atau


Sign


periksa informasi transaksi dengan teliti.


---


Pisahkan Wallet


Pengguna yang aktif di Web3 dapat mempertimbangkan memisahkan wallet berdasarkan fungsi.


Contohnya:


Wallet utama


Untuk aset yang ingin disimpan.


Wallet aktivitas


Untuk interaksi dengan aplikasi Web3.


Dengan pemisahan tersebut, risiko dapat dikelola lebih baik jika salah satu wallet berinteraksi dengan aplikasi yang tidak aman.


---


19. Apakah Wallet Bisa Diretas?



Istilah "wallet diretas" sering digunakan secara umum.


Namun, ada banyak cara seseorang dapat kehilangan aset:


- Private key bocor

- Seed phrase dicuri

- Perangkat terinfeksi malware

- Menggunakan aplikasi palsu

- Terjebak phishing

- Menyetujui transaksi berbahaya

- Salah mengirim aset

- Menggunakan jaringan yang salah

- Kehilangan recovery phrase


Jadi, keamanan wallet bukan hanya masalah teknologi.


Keamanan wallet juga merupakan masalah keamanan pengguna.


---


20. Wallet dan Konsep Self-Custody



Salah satu konsep penting dalam cryptocurrency adalah:


Self-Custody


Self-custody berarti pengguna sendiri yang mengendalikan akses terhadap asetnya.


Keuntungannya:


- Tidak sepenuhnya bergantung pada pihak ketiga

- Pengguna memiliki kontrol terhadap private key

- Dapat berinteraksi langsung dengan blockchain

- Dapat digunakan untuk berbagai aplikasi Web3


Namun, tanggung jawabnya juga besar.


Jika pengguna ceroboh terhadap private key atau recovery phrase, tidak ada pihak ketiga yang selalu dapat membatalkan kesalahan tersebut.


Karena itu:


«Self-custody memberikan kebebasan lebih besar, tetapi juga membutuhkan tanggung jawab lebih besar.»


---


21. Contoh Sederhana Cara Wallet Digunakan



Bayangkan seseorang ingin menerima token.


Langkah 1


Pengguna membuat wallet.


Langkah 2


Wallet menghasilkan informasi kriptografi yang diperlukan.


Langkah 3


Pengguna mendapatkan public address.


Langkah 4


Public address diberikan kepada pengirim.


Langkah 5


Pengirim melakukan transaksi.


Langkah 6


Blockchain mencatat transaksi.


Langkah 7


Wallet membaca data blockchain dan menampilkan saldo atau aset yang terkait dengan alamat tersebut.


Perlu diingat bahwa proses sebenarnya bergantung pada blockchain yang digunakan.


---


22. Wallet dalam Ekosistem NAD Token


Dalam ekosistem NAD Token yang menggunakan jaringan Solana, wallet menjadi salah satu komponen penting untuk berinteraksi dengan token dan ekosistem yang dibangun di atas blockchain tersebut.


Secara sederhana:


User


↓


Solana Wallet


↓


Solana Network


↓


NAD Token


↓


Web3 Ecosystem


Wallet nantinya dapat menjadi salah satu pintu bagi pengguna untuk berinteraksi dengan NAD Token dan berbagai layanan Web3 yang kompatibel dengan jaringan Solana.


Namun, pengguna tetap harus memastikan bahwa wallet yang digunakan benar-benar mendukung jaringan dan aset yang bersangkutan.


---


23. Wallet Bukan Bank


Perbedaan paling mendasar antara wallet cryptocurrency dan rekening bank adalah model kendalinya.


Pada sistem perbankan tradisional, bank berperan sebagai pihak yang menjaga dan mengelola rekening.


Pada self-custody wallet, pengguna dapat mengendalikan sendiri kunci kriptografi yang memberikan akses terhadap aset.


Artinya, pengguna tidak hanya mendapatkan kebebasan lebih besar, tetapi juga mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar.


Inilah salah satu perubahan konsep yang dibawa oleh teknologi blockchain.


---


Kesimpulan


Wallet merupakan salah satu komponen paling penting dalam ekosistem cryptocurrency dan Web3.


Wallet memungkinkan pengguna untuk:


- Mengelola alamat blockchain

- Menerima aset

- Mengirim aset

- Menandatangani transaksi

- Berinteraksi dengan smart contract

- Mengakses aplikasi Web3

- Mengelola berbagai aset digital


Namun, penting untuk memahami bahwa cryptocurrency tidak benar-benar "disimpan" di dalam wallet.


Aset tercatat pada blockchain, sedangkan wallet membantu pengguna mengendalikan akses terhadap aset tersebut melalui mekanisme kriptografi.


Hal yang paling penting untuk diingat adalah:


«Public address dapat digunakan untuk menerima aset. Private key dan recovery phrase harus dirahasiakan.»


Semakin besar kontrol yang dimiliki pengguna terhadap asetnya, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga keamanan akses tersebut.


Bagi siapa pun yang ingin masuk ke dunia Web3, memahami wallet adalah langkah dasar yang sangat penting sebelum mempelajari topik berikutnya seperti smart contract, DeFi, NFT, staking, DAO, dan berbagai aplikasi Web3 lainnya.


---


📌 Ringkasan Singkat


Wallet

Alat untuk mengelola akses dan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Satoshi Nakamoto dan Awal Mula Bitcoin

Penulis: NAD Token Team Dipublikasikan: 22 Agustus 2026 https://share.google/BZmSMUzaVAPlfiTxQ Siapa yang Menciptakan Bitcoin? Mengenal Satoshi Nakamoto dan Awal Mula Bitcoin Bitcoin merupakan salah satu inovasi terbesar dalam dunia keuangan dan teknologi digital. Sejak diperkenalkan pada 2008, Bitcoin telah mengubah cara banyak orang memandang uang, pembayaran, dan sistem keuangan tanpa perantara. Namun, ada satu pertanyaan yang hingga kini masih menjadi misteri: Siapa sebenarnya yang menciptakan Bitcoin? Jawabannya adalah Satoshi Nakamoto. Namun, Satoshi Nakamoto bukanlah nama yang diketahui sebagai identitas asli seseorang. Nama tersebut merupakan nama samaran yang digunakan oleh pencipta atau kelompok pencipta Bitcoin. Hingga sekarang, identitas asli Satoshi Nakamoto belum terbukti secara definitif. Siapa Satoshi Nakamoto? Satoshi Nakamoto adalah nama yang digunakan oleh pihak yang merancang dan memperkenalkan Bitcoin kepada dunia. Pada 31 Oktober 2008, Satoshi menerbitkan dokumen ...

Bitcoin kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah harganya melonjak sekitar 12% hanya dalam dua hari.

Penulis: NAD Token Team Dipublikasikan: 21 Agustus 2026 Bitcoin Bitcoin Naik 12% dalam Dua Hari: Trump dan Industri Kripto Dorong CLARITY Act Bitcoin kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah harganya melonjak sekitar 12% hanya dalam dua hari. Kenaikan tersebut membawa Bitcoin kembali menembus level US$70.000 dan sempat bergerak di atas US$72.000. Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya optimisme terhadap kebijakan kripto di Amerika Serikat. Presiden Donald Trump secara terbuka mendorong Kongres untuk segera meloloskan CLARITY Act, sebuah rancangan undang-undang yang bertujuan memberikan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi industri aset digital. Dalam pertemuan di Gedung Putih pada 19 Agustus 2026, Trump bertemu dengan sejumlah tokoh besar industri kripto dan menyerukan agar Kongres mengambil langkah berikutnya untuk mengesahkan versi CLARITY Act yang dianggap adil. Namun, apakah CLARITY Act benar-benar menjadi penyebab utama Bitcoin naik? Dan apa sebenarnya isi undang-undan...
Apa Itu Altcoin? Pengertian, Cara Kerja, Jenis, dan Risikonya Penulis: NAD Token Team Dipublikasikan: 20 Agustus 2026. Jenis-jenis   Altcoin Apa Itu Altcoin? Mengenal Cryptocurrency Selain Bitcoin Pembukaan Dalam dunia cryptocurrency, kita sering mendengar istilah Bitcoin, Ethereum, Solana, dan berbagai aset digital lainnya. Namun, tahukah kamu bahwa sebagian besar cryptocurrency selain Bitcoin disebut sebagai altcoin? Altcoin memiliki berbagai tujuan dan teknologi yang berbeda. Ada yang dibuat untuk menjalankan aplikasi blockchain, melakukan pembayaran, menyediakan layanan tertentu, hingga membangun ekosistem digital. Memahami apa itu altcoin penting bagi siapa saja yang ingin mengenal dunia cryptocurrency lebih jauh. Apa Itu Altcoin? Altcoin adalah istilah yang digunakan untuk menyebut cryptocurrency selain Bitcoin. Kata altcoin berasal dari gabungan kata "alternative" dan "coin", yang berarti koin alternatif atau alternatif terhadap Bitcoin. Bitcoin merupakan cry...